Memilih material lantai atau dinding rumah bukan hanya soal warna dan motif. Granit dan keramik, misalnya, sama-sama bisa membuat ruangan terlihat rapi, tetapi keduanya memiliki karakter yang berbeda.
Memahami perbedaan granit dan keramik akan membantu kamu menentukan material yang sesuai dengan fungsi ruangan dan anggaran. Apalagi, setiap ruangan memiliki kebutuhan yang berbeda. Jadi, sebelum membeli, kenali dulu karakter masing-masing material agar pilihan kamu benar-benar sesuai dengan kebutuhan rumah.
Apa Perbedaan Granit dan Keramik?
Granit tile dan keramik sama-sama termasuk material ubin yang digunakan untuk melapisi permukaan lantai maupun dinding. Namun, proses produksi dan karakter materialnya membuat keduanya memiliki beberapa perbedaan.
Dalam pembahasan material bangunan, granit yang sering dimaksud adalah granit tile atau porcelain tile. Porcelain memiliki struktur yang lebih padat dan daya serap air yang sangat rendah. Berdasarkan standar ASTM, porcelain tile memiliki penyerapan air maksimal 0,5%.
Sementara itu, keramik memiliki karakter yang lebih beragam. Tingkat penyerapan air, ketahanan, dan penggunaannya bergantung pada jenis produk yang dipilih.
Berikut perbandingan sederhananya:
| Aspek | Granit Tile/Porcelain | Keramik |
| Kepadatan | Lebih padat | Lebih beragam sesuai jenis |
| Daya serap air | Sangat rendah pada porcelain | Umumnya lebih tinggi |
| Ketahanan | Cocok untuk penggunaan intensif sesuai spesifikasi | Baik jika sesuai dengan peruntukan |
| Tampilan | Banyak pilihan dengan kesan premium | Pilihan motif dan warna sangat beragam |
| Pemotongan | Membutuhkan alat yang sesuai | Relatif lebih mudah dipotong |
| Harga | Umumnya lebih tinggi | Lebih fleksibel |
| Penggunaan | Lantai, dinding, dan area tertentu sesuai spesifikasi | Lantai atau dinding sesuai spesifikasi produk |
Dari segi tampilan, granit sering hadir dengan motif marmer, batu alam, beton, hingga kayu. Sementara itu, keramik memiliki pilihan desain yang sangat luas sehingga lebih mudah menyesuaikan dengan konsep interior.
Jadi, perbedaan granit dan keramik bukan sekadar soal mana yang terlihat lebih mewah. Fungsi ruangan dan spesifikasi produk tetap menjadi pertimbangan utama.
Baca Juga: Jenis Waterproofing Kamar Mandi dan Cara Aplikasinya
Kelebihan dan Kekurangan Granit
Kelebihan granit
- Memiliki struktur yang padat
- Daya serap air rendah
- Memberikan kesan elegan
- Pilihan ukuran besar tersedia
- Cocok untuk area dengan aktivitas tinggi
Kekurangan granit
- Harga material umumnya lebih tinggi daripada keramik.
- Material yang padat membutuhkan alat pemotong yang sesuai.
- Pemasangan membutuhkan ketelitian, terutama untuk ubin berukuran besar.
- Bobot material perlu diperhitungkan dalam proses pengangkutan dan pemasangan.
Karena itu, granit cocok bagi kamu yang mempertimbangkan ketahanan, tampilan, dan penggunaan jangka panjang sekaligus memiliki anggaran yang sesuai.
Kelebihan dan Kekurangan Keramik
Kelebihan keramik
- Pilihan harga lebih beragam
- Motif dan warna sangat bervariasi
- Relatif mudah dipotong
- Fleksibel untuk interior
- Mudah dipadukan dengan konsep rumah
Kekurangan keramik
Karakter keramik sangat bergantung pada jenis dan spesifikasi produknya. Karena itu, pemilihan keramik untuk lantai perlu memperhatikan area penggunaan dan tingkat aktivitas.
Beberapa jenis keramik juga memiliki daya serap air yang lebih tinggi daripada porcelain. Untuk area yang sering terkena air, seperti kamar mandi, periksa spesifikasi produk dan karakter permukaannya sebelum membeli.
Jadi, keramik dapat menjadi pilihan praktis ketika kamu membutuhkan fleksibilitas desain dan anggaran yang lebih luas.
Baca Juga: Cat Texture: Jenis, Kelebihan, dan Cara Mengaplikasikannya
Tips Memilih Granit dan Keramik untuk Rumah
1. Sesuaikan dengan fungsi ruangan
Tentukan terlebih dahulu material tersebut akan digunakan untuk apa. Lantai ruang tamu, kamar tidur, dapur, kamar mandi, dan teras memiliki kebutuhan yang berbeda. Untuk area yang sering dilewati, perhatikan ketahanan terhadap penggunaan. Sementara untuk kamar mandi, daya serap air dan karakter permukaan menjadi pertimbangan penting.
2. Perhatikan paparan air
Area seperti kamar mandi, dapur, dan teras membutuhkan material yang sesuai dengan kondisi lembab atau basah.
Porcelain memiliki daya serap air yang rendah sehingga dapat menjadi salah satu pilihan untuk area tersebut. Namun, tetap periksa spesifikasi dan rekomendasi penggunaan dari produk yang akan dibeli.
3. Pertimbangkan tingkat aktivitas
Rumah dengan banyak penghuni atau area yang sering dilewati membutuhkan lantai yang mampu menghadapi aktivitas tersebut.
Ruang keluarga, ruang tamu, koridor, dan area masuk rumah biasanya menerima lalu lintas lebih tinggi daripada kamar tidur. Sesuaikan pilihan ubin dengan kondisi tersebut.
4. Sesuaikan dengan anggaran
Hitung kebutuhan secara menyeluruh, bukan hanya harga per dus. Pertimbangkan juga:
- jumlah material yang dibutuhkan
- biaya perekat atau bahan pendukung
- biaya pemasangan
- alat pemotong
- serta cadangan material untuk kebutuhan perbaikan di kemudian hari
Dengan begitu, kamu bisa menghindari anggaran yang membengkak di tengah proses pembangunan.
5. Pilih ukuran dan motif sesuai konsep ruangan
Ubin berukuran besar dapat memberikan kesan bidang yang lebih luas. Sementara itu, ukuran yang lebih kecil atau motif dekoratif dapat digunakan sebagai aksen.
Jika furnitur rumah sudah cukup ramai, pilih lantai dengan motif yang lebih sederhana. Sebaliknya, lantai polos cocok dengan dinding atau backsplash bermotif.
6. Cek spesifikasi sebelum membeli
Setiap produk memiliki spesifikasi yang berbeda. Periksa rekomendasi penggunaan, ukuran, ketahanan, daya serap air, serta petunjuk pemasangan. Langkah sederhana ini membantu memastikan material benar-benar sesuai dengan lokasi pemasangannya.
Lengkapi Tampilan Rumah dengan Finishing Dinding Kansai Paint
Setelah menentukan material lantai, bagian dinding juga perlu mendapat perhatian. Kombinasi warna lantai dan cat dinding yang tepat dapat membuat konsep rumah terasa lebih menyatu.
Misalnya, granit dengan motif marmer atau batu berwarna netral dapat dipadukan dengan warna dinding yang lebih lembut. Sementara keramik dengan motif cukup ramai cocok dengan cat dinding berwarna polos.
Untuk kebutuhan interior, kamu bisa mempertimbangkan produk cat dari Kansai Paint dan menyesuaikannya dengan konsep warna ruangan.
Pilihan produk dan kategori cat dapat dilihat melalui Katalog Produk Kansai Paint.
FAQ
1. Apa perbedaan granit dan keramik?
Perbedaan granit dan keramik terutama terletak pada kepadatan, daya serap air, karakter permukaan, harga, dan proses pemasangan. Porcelain atau granit tile memiliki struktur yang lebih padat dan daya serap air yang sangat rendah.
2. Apakah granit lebih kuat daripada keramik?
Porcelain memiliki karakter yang padat dan kuat, tetapi ketahanan setiap produk tetap bergantung pada spesifikasi dan penggunaannya. Karena itu, periksa informasi produk sebelum menentukan material untuk area tertentu.
3. Apakah granit lebih mahal daripada keramik?
Secara umum, granit tile atau porcelain memiliki harga yang lebih tinggi daripada banyak jenis keramik. Namun, harga dapat berbeda berdasarkan merek, ukuran, motif, finishing, dan spesifikasi produk.
4. Granit atau keramik, mana yang cocok untuk kamar mandi?
Keduanya cocok, tergantung spesifikasi produk. Untuk area basah, perhatikan daya serap air serta karakter permukaan. Untuk lantai kamar mandi, aspek antiselip juga perlu diperhatikan.
5. Apakah keramik cocok untuk lantai rumah?
Ya. Keramik dapat digunakan sebagai lantai selama produk tersebut memang untuk penggunaan lantai. Perhatikan spesifikasi dan rekomendasi penggunaan sebelum membeli.
6. Apakah granit bisa untuk dinding?
Bisa. Granit tile atau porcelain bisa untuk dinding selama spesifikasi produk dan metode pemasangannya sesuai.




