Cara mengatasi tembok lembab begitu banyak dicari terutama oleh penduduk negara tropis. Dengan intensitas curah hujan yang tinggi, ancaman tembok lembab mengintai setiap pemilik hunian.
Selain mengurangi keindahan rumah, tembok yang lembab bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan apabila dibiarkan. Lumut dan jamur yang muncul karena tembok lembab berisiko menimbulkan penyakit pernapasan.
Jika rumah Anda memiliki masalah ini, jangan buru-buru untuk langsung menimpanya dengan cat. Ada serangkaian prosedur yang bisa dilakukan supaya tembok tidak kembali lembab. Untuk itu, ikuti cara mengatasi tembok lembab berikut ini.
Cara Mengatasi Tembok Lembab dengan Tepat
(Sumber: Ilustrasi tembok lembab dan rusak | Rich @ rhubbardstockfootage on Unsplash)
Cara mengatasi tembok lembab memiliki langkah-langkah penting yang harus diperhatikan. Langkah di bawah ini menjadi upaya agar tembok tidak lembab lagi. Mari ikuti cara berikut:
1. Temukan Sumber Lembabnya
Sebelum memulai, Anda harus mengetahui sumber lembab, apakah dari kebocoran atap atau rembesan dinding.
Bila tembok Anda lembab oleh karena kebocoran atap, akan lebih baik bila kebocoran tersebut diperbaiki terlebih dahulu. Anda bisa menggunakan sealant atau teknik waterproofing lainnya sebelum mengamplas dan mengecat ulang tembok bila cat sudah terkelupas.
Namun, apabila tembok lembab berasal dari retakan tembok dan tidak memungkinkan untuk Anda melakukan waterproofing dari luar karena tembok menempel ke tetangga, bisa langsung ikuti langkah kedua.
2. Amplas Tembok Lembab
Sangat disarankan untuk tidak langsung menimpa tembok yang lembab dengan cat. Jika langsung menggunakan langkah ini, besar kemungkinan, tembok kembali rembes, lembab, dan menimbulkan lumut serta jamur.
Untuk itu, Anda harus mengamplas tembok terutama di bagian yang lembab dan cat mengelupas. Anda bisa menggunakan amplas nomor 120 atau kape (scrape).
Setelah bersih, pastikan tembok Anda tidak berlumut atau berjamur. Bila dirasa aman, silakan untuk langsung ke langkah ketiga.
Namun, apabila sudah berjamur dan berlumut, Anda harus membasminya terlebih dahulu dengan larutan pembasmi lumut dan jamur tembok (biocidal cleaner) yang bisa didapatkan di pasaran.
3. Waterproofing dari Dalam Rumah
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada kemungkinan tembok Anda lembab seluruhnya tetapi tidak bisa melakukan waterproofing dari luar.
Untuk itu, setelah rampung mengikis lapisan cat yang lama, Anda bisa melakukan waterproofing dengan cara melapisi bagian yang rembes dengan dua komponen, yakni campuran semen dengan bonding agent semen latex.
Namun, pastikan bahwa dinding Anda dalam keadaan lembab, bila kering, bisa Anda basahi dengan menguaskan air.
Campuran tersebut dapat Anda gunakan sebagai waterproofing agent dan pastikan untuk melapisi tembok dengan campuran tersebut minimal sebanyak dua kali.
Cara menguas campuran ini harus dilakukan dengan berlawanan arah. Misalnya, lapisan pertama dilakukan dengan cara vertikal, maka pelapisan kedua harus menguas dengan cara horizontal.
Setelah kering, gunakan bonding agent (cairan semen latex) tanpa campuran semen sebagai lapisan akhir sebelum masuk ke tahap pengacian.
4. Aci Ulang Tembok yang Rembes
Proses pengacian ini dilakukan saat lapisan bonding agent masih basah agar acian dapat lebih merekat dengan kuat. Sangat disarankan untuk menggunakan acian kemasan karena daya rekatnya yang lebih baik dan kemudahannya dalam pengaplikasian.
Namun, bila terdapat bekas cat yang mengelupas karena lembab tidak luas, Anda bisa mengacinya dengan larutan semen putih dan lem setelah Anda bersihkan di langkah kedua tadi,
5. Lapisi dengan Cat Waterproof
Langkah ini cukup penting sebelum akhirnya mengecat dengan cat tembok biasa. Namun, sebelum diaplikasikan, Anda bisa mencampurnya dengan air sebanyak 50% hingga 100% dari volume waterproofing yang digunakan.
Nantinya, cat waterproofing ini berfungsi sebagai cat dasar dan ketika catnya terserap ke dalam pori-pori tembok, maka tembok akan lebih tahan terhadap rembesan air dan cat interiornya tidak mudah terkelupas.
6. Lakukan Pengecatan Interior
Pengecatan interior dapat Anda lakukan seperti biasa setelah tembok Anda kering. Di langkah ini, Anda bisa melakukan pengecatan dengan menggunakan roll atau kuas.
Masalah Kesehatan Bila Tembok Lembab
(Sumber: Ilustrasi orang sakit karena tembok lembab | Towfiqu barbhuiya on Unsplash)
Kondisi tembok yang lembap dan ditumbuhi jamur tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan Anda.
Paparan jangka panjang terhadap kelembapan dan pertumbuhan jamur di dalam ruangan telah terbukti berdampak pada saluran pernapasan, paru-paru, mata, dan kulit. Dalam kasus yang parah, gangguan pernapasan akibat jamur bahkan dapat berujung pada kematian, seperti yang terjadi pada kasus tragis Awaab Ishak di Inggris.
Selain masalah fisik, kondisi hunian yang lembap juga dapat mempengaruhi kesehatan mental Anda, mulai dari kecemasan terhadap risiko kesehatan hingga stres akibat kerusakan barang-barang pribadi.
Anak-anak, lansia, serta individu dengan penyakit pernapasan kronis menjadi kelompok yang paling rentan terhadap dampak ini. Studi ilmiah juga menunjukkan bahwa paparan terhadap lingkungan lembap bisa memicu respons peradangan pada tubuh, dan beberapa penanda biologis seperti antibodi IgG serta peningkatan kadar nitric oxide dalam napas telah digunakan untuk mengukur dampak paparan ini.
Maka dari itu, penting bagi Anda untuk segera mengatasi tembok lembap demi melindungi kesehatan diri dan keluarga.
Pilihan Cat yang Lebih Sehat untuk Keluarga
Setelah tembok lembap berhasil diatasi, langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah memilih jenis cat yang tepat untuk mencegah masalah serupa terulang dan menjaga kesehatan lingkungan hunian Anda.
Salah satu pilihan yang direkomendasikan adalah Kansai PROPERTY INTERIOR, cat tembok interior berkualitas tinggi yang tidak hanya unggul dari segi tampilan, tetapi juga dari sisi perlindungan kesehatan.
Diformulasikan dengan teknologi silver-ion, cat ini mampu menghambat pertumbuhan kuman dan bakteri hingga 99,9% selama masih menempel pada permukaan dinding. Teknologi ini memberikan lapisan proteksi tambahan pada area yang sebelumnya terdampak lembap, sekaligus membantu menjaga kebersihan udara dalam ruangan.
Dengan hasil akhir matt yang halus, mudah dibersihkan, dan cocok untuk berbagai permukaan seperti tembok, plafon, gypsum, maupun panel GRC, produk ini menjadi solusi tepat bagi Anda yang ingin menciptakan hunian sehat dan bebas dari risiko kesehatan akibat tembok lembap.


